Senin, 09 Maret 2015

Oentuk 51L di Soerga

by Best Tukan

kali ini kutulis saat terakhir
dijumpa matamu yang tak berkedip
langit hidupku terasa punah
sekejap saja luluh lantah
tiang penopang jiwaku patah
aku tak seperti dibumi lagi
kemana malam malam indahku
kemana bibir bibir indah bercakap
hanya bumi tempat terakhir tuk teteskan air mata
hanya tangisku yang tak berarti dimatamu yang terpejam
ku tulis terakhir kalinya
dan untukmu yang tlah pergi
hingga kusendiri disini
dan malamku takan mungkin lagi ada bersamamu
aku masih terpuruk disaat terakhir
hingga selamanya tanpamu
rindu sayang putus pupus hari terakhir
damai abadi di ruang soerga

KARNA MAMA SAYANG

by Best Tukan

Mama dengar beta pun suara
so dari kecil hingga besar manis begini
karna mama kasih beta sayang sampe mati

mama dengar beta pun doa
biar te pernah sempurna mengase mama
meski  aer mata mama tumpah
beta kembali ,kembali  di mama pun pelo

mama ..beta rindo  mama pun cerita Batu Bedaon
mama ..beta so tadampar di pulau orang
hampir  saja beta lupa bale
mama pangge pangge
matahari so senja mama po so terada suara
beta rindo mama …
pelo mama beta so bale me mama so terada

JALAN KEMBALI

by Best Tukan

Ku kejar langit terjatuh ke bumi
ku palingkan wajah terjatuh di nista
diatas kemegahan dan hanya  lingkar istana
Tuhan menyapa dan ku hanya mencoba tuli
Tuhan baik padaku
dan ku berpuji diri atas hasil keringat

lamaku dalam kelam
dengan onggokan tubuh yang kekurangan
meminta lebih dan lebih
hingga mengambil habis sisa yang tertinggal
hanya recehan kecil tumpah rua dikolam kebaikan
aku lupa Tuhan menantiku di pengadilan akhir
aku lupa jalan kerumah Nya tak bisa ku anulir
semuanya masih dibumi
semuanya masih mungkin
selagi Tuhan bersamaku
ku coba hadir dalam hidangan harian Nya
Tuhanlah penolongku
aku kan kembali ke jalan benar


=======================================

TAK KEMBALI

Tak kembali
by Best Tukan


Hari ku tlah beranjak  menua
balut tubuh pun mulai mengeras
hari ku seperti tertinggal bayang dibelakang
semuanya tertumpuk diraut wajah
kisah berjalan disepanjang hidup
laksana tangisan pertama dibumi disertai bahagia
dan berakhir dengan duka diantara tangisan pelayat

hidup berjalan  untuk  tak kembali lagi
tak ada yang abadi
tak ada yang menyerupai dongeng
semuanya berhitung untuk kembali

==========================================